Inilah 7 Perempuan di Dunia Yang Sabet Hadiah Nobel Perdamaian.

1710 views

Inilah 7 Perempuan di Dunia Yang Sabet Hadiah Nobel Perdamaian. ProfilPemain.com — Pada Postingan kali ini Blog Profil Pemain Akan Coba berbagi Judul Artikel tentunya sesuai Judul yang telah kami share diatas, yang mana info ini semoga bisa bermanfaat buat kamu semua, Adapaun artikel ini Bersumber dari blog sahabat yang bisa kamu temukan sumber artikel di akhir nanti, Silahkan Baca lebih detail dibawah ini.

Inilah 7 Perempuan di Dunia Yang Sabet Hadiah Nobel Perdamaian.
kukulen.com – Tidak cuma kaum lelaki saja yang punya andil dalam hal sumbangsih terhadap perdamaian dunia, Kaum perempuanpun memiliki sumbangsih besar terhadap perdamaian dunia. Mereka bahkan turut berjuang melawan penindasan dan ikut menyuarakan kebebasan. Dan untuk segala keberanian yang telah mereka tunjukkan, tujuh wanita ini pun kemudian diberikan Hadiah Nobel Perdamaian. Siapakah mereka? Mari kita simak bersama!
1. Malala Yousafzai (2014)
Malala Yousafzai (2014)
Lahir: 12 Juli 1997, Mingora, Pakistan
“Untuk perjuangannya dalam melawan penindasan anak-anak dan kaum muda, serta memperjuangkan hak semua anak untuk mengenyam pendidikan”
Malala Yousafzai dikenal sebagai aktivis dari Pakistan yang gigih dalam memperjuangkan hak pendidikan untuk perempuan. Karena keberaniannya, Malala berhasil menyabet Hadiah Nobel Perdamaian dan sekaligus menjadi peraih Nobel termuda dalam sejarah.
Di usianya yang masih 11 tahun, dia sempat menulis blog – dengan nama samaran – untuk BBC dan merinci tentang bagaimana kehidupannya di bawah kekuasaan Taliban. Bagaimana Taliban berusaha menguasai Lembah Swat di mana dia tinggal. Dia juga membahas tentang bagaimana pandangannya tentang mempromosikan pendidikan untuk anak-anak perempuan di tempat tinggalnya.
2. Ellen Johnson Sirleaf (2011)
Ellen Johnson Sirleaf (2011)
Lahir: 29 Oktober 1938, Liberia
“Perjuangan tanpa kekerasan untuk keselamatan perempuan dan hak-hak perempuan untuk berpartisipasi penuh dalam upaya membangun perdamaian”
Lulusan Harvard University ini merupakan presiden ke-24 Liberia dan masih menjabat saat ini. Karir Ellen bisa dikatakan sangat gemilang karena sebelumnya dia sempat terpilih sebagai Menteri Keuangan di bawah pimpinan Presiden William Tolbert dari tahun 1979 sampai 1980.
Dia maju dalam pemilihan presiden Liberia tahun 1997, namun akhirnya kalah dari Charles Taylor dan harus puas di posisi kedua. Tak pantang menyerah, Ellen kembali mencalonkan diri dalam pemilihan presiden Liberia tahun 2005 dan berhasil menang. Dia pun kembali menang dalam pemilihan presiden tahun 2011.
3. Tawakkol Karman (2011)
Tawakkol Karman (2011)
Lahir: 7 Februari 1979, Ta’izz, Yaman
“Perjuangan tanpa kekerasan untuk keselamatan dan hak-hak perempuan untuk berpartisipasi penuh dalam upaya membangun perdamaian”
Wanita bernama lengkap Tawakkol Abdel-Salam Karman ini adalah seorang jurnalis terkemuka dari Yaman. Dia juga merupakan seorang politisi senior di partai politik Al-Islah.
Aktif sebagai aktivis hak asasi manusia, Tawakkol mendirikan sebuah kelompok yang disebut Women Journalists Without Chains pada tahun 2005. Di Yaman, dia sering dijuluki sebagai Wanita Besi dan Ibu Revolusi.
4. Shirin Ebadi (2003)
Shirin Ebadi (2003)
Lahir: 21 Juni 1947, Hamadan, Iran
“Perjuangannya untuk demokrasi dan hak asasi manusia. Dia memfokuskan perjuangannya terutama pada pembelaan hak-hak perempuan dan anak-anak”
Shirin Ebadi adalah aktivis hak asasi manusia Iran yang membela hak-hak perempuan dan anak-anak. Mantan hakim ini dianugerahi Hadiah Nobel Perdamaian pada tanggal 10 Oktober 2003 karena usahanya dalam membela hak asasi manusia dan memperjuangkan demokrasi.
Ebadi sebelumnya tinggal di Teheran, tetapi dia telah diasingkan ke Inggris sejak bulan Juni 2009, karena sikapnya yang kritis terhadap berbagai kasus penganiayaan yang menimpa warga Iran yang kritis terhadap rezim saat ini. Karena keberaniannya, dia pun masuk dalam daftar 100 wanita paling berpengaruh sepanjang masa versi Forbes.
5. Leymah Gbowee (2011)
Leymah Gbowee (2011)
Lahir: 1 Februari 1972, Liberia
“Perjuangan tanpa kekerasan untuk keselamatan perempuan dan hak-hak perempuan untuk berpartisipasi penuh dalam usaha membangun perdamaian”
Lulusan Eastern Mennonite University, Harrisonburg, Virginia, Amerika Serikat ini, dikenal sebagai aktivis perdamaian dari Liberia. Dia adalah tokoh yang berjasa dalam memimpin gerakan perdamaian yang membantu mengakhiri Perang Saudara Liberia II pada tahun 2003.
Bersama dengan sahabatnya, Ellen Johnson Sirleaf, mereka mengantar Liberia memasuki gerbang perdamaian. Dia juga ikut mendorong terselenggaranya pemilihan yang bebas pada tahun 2005, yang kemudian memenangkan Sirleaf sebagai Presiden Liberia.
6. Wangari Muta Maathai (2004)
Wangari Muta Maathai (2004)
Lahir: 1 April 1940, Tetu, Kenya
“Atas kontribusinya terhadap pembangunan berkelanjutan, demokrasi dan perdamaian”
Wangari Muta Maathai menerima Hadiah Nobel Perdamaian pada tahun 2004. Dia menamatkan pendidikannya di University of Pittsburgh, dan University of Nairobi di Kenya. Maathai kemudian mendirikan sebuah organisasi non-pemerintah Green Belt Movement yang fokus pada penanaman pohon, pelestarian lingkungan, dan hak-hak perempuan.
Dia juga menjadi wanita Afrika pertama yang menerima Hadiah Nobel Perdamaian untuk segala kontribusinya untuk pembangunan berkelanjutan, demokrasi dan perdamaian. Sebelumnya, dia sempat dianugerahi Right Livelihood Award pada tahun 1986.
7. Aung San Suu Kyi (1991)
Aung San Suu Kyi (1991)
Lahir: 19 Juni 1945, Yangon, Myanmar
“Perjuangan tanpa kekerasan untuk demokrasi dan hak asasi manusia”
Aung San Suu Kyi menduduki posisi ke-61 sebagai wanita paling berpengaruh di dunia tahun 2014 versi Forbes. Dia adalah seorang politisi sayap kiri dan ketua National League for Democracy (NLD) di Myanmar.
Meski dalam pemilihan umum 1990, NLD memenangkan 59% suara nasional dan 81% (392 dari 485) dari kursi di parlemen, Aung San Suu Kyi telah dijadikan tahanan rumah sebelum pemilu digelar. Dia pun kemudian menjadi salah satu tahanan politik paling terkenal di dunia. Dia juga menerima Hadiah Rafto dan Hadiah Sakharov untuk Kebebasan Berpikir tahun 1990.
Inilah tujuh wanita tangguh yang berhasil menerima Hadiah Nobel Perdamaian. Mereka berjuang tanpa pernah berpikir untuk menyerah, dan karena perjuangan mereka, semua perempuan di dunia bisa merasakan kebebasan dan mendapatkan hak-hak mereka. Selamat merayakan Hari Perempuan Internasional yang jatuh pada 8 Maret!
source: http://www.merdeka.com/gaya/7-perempuan-tangguh-yang-sabet-hadiah-nobel-perdamaian.html

Sumber : http://www.kukulen.com/2015/03/inilah-7-perempuan-di-dunia-yang-sabet.html

Demikianlah artikel mengenai Inilah 7 Perempuan di Dunia Yang Sabet Hadiah Nobel Perdamaian. yang telah Kami berikan untuk sobat sekalian. dan tidak lupa saya ucapkan banyak terimakasih kepada sumber artikel

Sponsored Ad

Topik Populer: