Kisah ABG Korban Tsunami Aceh, Fanisa Rizkia Dijual Ke Malaysia

1678 views

Kisah ABG Korban Tsunami Aceh, Fanisa Rizkia Dijual Ke Malaysia – Bencana tsunami yang melanda Aceh satu dekade silam menyisakan kisah memilukan. Salah satunya yang dialami gadis 15 tahun bernama Fanisa Rizkia. Gadis belia itu dijual ke Malaysia sebagai pekerja ilegal.

Beruntung pemerintah yang mendapat informasi itu dengan cepat memulangkannya kembali ke Aceh.

abgaceh

Musibah tsunami dahsyat yang menelan ribuan korban jiwa itu merubah kehidupan Fanisa. Ia menjadi sebatang kara usai kehilangan orang tua dan keluarganya dalam bencana itu.

Sepeti diberitakan dari Kompas, Jumat (19/12), Fanisa mengisahkan sepekan setelah kejadian musibah tsunami. Ia diboyong ke Medan, Sumatera Utara oleh perempuan bernama Sabariah, yang kemudian menjadi orang tua angkatnya.

“Saya enggak tahu apa-apa, saat itu saya baru berusia 5 tahun. Saya ikut dengan Ibu Sabariah, dan kemudian tinggal di Medan, sampai akhirnya ibu meninggal, dan saya dibawa ke Malaysia,” ujarnya di ruang VVIP Bandara Udara Sultan Iskandar Muda (SIM) Aceh Besar, Jumat (19/12).

Setelah Sabariah meninggal, Fanisa hidup terlunta-lunta sebab keluarga angkatnya menganggapnya sebagai orang asing. Alhasil, Fanisa menjadi sasaran oleh calo-calo perdagangan manusia.

“Di Malaysia pernah jadi pembantu rumah tangga, pernah juga jadi perawat bayi. Awalnya saya mau diajak ke Malaysia, katanya bisa dapat uang banyak, dan kerja di restoran Muslim. Ternyata, kenyataannya lain,” kisah Fanisa.

Secara terpisah, Kepala Dinas Sosial Aceh Bukhari yang ikut menjemput Fanisa ke Malaysia mengatakan, informasi keberadaannya diketahui saat pemeriksaan TKI di Malaysia oleh tim KBRI di Malaysia. Saat itu ditemukan Fanisa, TKI asal Aceh yang tidak memiliki dokumen lengkap.

“Hasil pemeriksaan dari kedutaan kita, terbongkarlah kalau Fanisa ini juga merupakan korban tsunami. Lalu, kita komunikasikan untuk bisa dipulangkan,” kata Bukhari.

Bukhari menambahkan, Fanisa menjadi korban pedagangan manusia selama 5 bulan di Malaysia. Saat ini pemerintah Aceh akan menempatkan Fanisa ke Rumah Aman sementara mencari keberadaan keluarga Fanisa di Banda Aceh.

Selain Fanisa, bencana tsunami Aceh juga menyebabkan lebih dari 1.000 aak terpisah dari orang tua dan saudaranya. Sebagian dari mereka berhasil ditemukan kembali atas upaya Pemerintah Aceh dan lembaga PBB Unicef. Namun, angka ini bisa terus bertambah seiring masih banyaknya korban yang terpencar dari keluarganya akibat bencana gempa dan tsunami yang menggulung Aceh 10 tahun silam.

Sponsored Ad
Tags: