Manusia Yang Dilaknat oleh Allah, Rasulullah dan Malaikat

7900 views

ProfilPemain.com – Di dalam banyak nash Alquran maupun as-Sunnah, Allah SWT bukan hanya melaknat orang-orang musyrik dan kafir karena kesyirikan dan kekufuran mereka, tetapi juga melaknat para pelaku maksiat dari kalangan kaum Muslim. Sebagai Muslim, tentu kita sepatutnya sangat khawatir dan amat takut terhadap laknat Allah SWT. Sebab, saat Allah SWT melaknat hamba-Nya, tentu hal itu menunjukkan bahwa Dia murka kepada hamba-Nya itu. Saat Allah murka kepada hamba-Nya dengan melaknat dirinya, maka tidak ada seorang pun yang bisa menolong hamba tersebut. Allah SWT berfirman (yang artinya): Siapa saja yang Allah laknat tidak akan memiliki seorang pun yang bisa menolong dirinya (QS an-Nisa’ :  52).

Siapa pelaku maksiat yang dilaknat Allah SWT?

Pertama: Pemakan riba dan orang-orang yang terlibat di dalamnya. Rasulullah SAW bersabda, “Allah melaknat pemakan riba (pemberi pinjaman dengan riba), peminjamnya, saksinya dan penulisnya.” (HR Ahmad).

Kedua: Pria yang menyerupai wanita atau sebaliknya, sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “Allah melaknat kaum pria yang menyerupai wanita dan kaum wanita yang menyerupai pria.” (HR Ahmad).

Ketiga: Seseorang yang mencela/melaknat kedua orang tuanya. Rasulullah SAW bersabda, “Allah melaknat orang yang mencela/melaknat kedua orang tuanya.” (HR Muslim)

Keempat: Orang yang menyembelih hewan bukan atas nama Allah, sebagaimana dalam lanjutan hadits di atas, “Allah SWT melaknat orang yang menyembelih hewan atas nama selain Allah SWT (HR Muslim).

Kelima: Orang yang mengubah batas-batas (kepemilikan) tanah, sebagaimana dalam lanjutan hadits yang sama di atas, “Allah melaknat orang yang mengubah-ubah batas-batas tanah.” (HR Muslim).

Keenam: Perempuan yang menyambung rambutnya (termasuk mengenakan wig/rambut palsu, pen.). Rasulullah SAW bersabda, “Allah melaknat wanita yang menyambung rambutnya dan wanita yang meminta agar rambutnya disambung (dengan rambut palsu) (HR al-Bukhari dan Muslim).

Ketujuh: Khamer dan orang-orang yang berhubungan langsung dengan khamer. Mereka adalah peminumnya, orang yang menuangkannya, pembelinya, penjualnya, pengantarnya, yang meminta khamer itu diantarkan, orang yang membawanya  dan yang meminta khamer itu dibawakan (HR Abu Dawud).

Kedelapan: Orang-orang yang menjadikan kuburan para nabi sebagai masjid. Rasul SAW bersabda, “Allah melaknat suatu kaum yang menjadikan kuburan para nabi sebagai masjid.” (HR an-Nasa’i).

Kesembilan: Orang yang menyerupai binatang, sebagaimana sabda Nabi SAW, “Allah melaknat orang yang menyerupai hewan.” (HR an-Nasa’i).

Kesepuluh: Orang yang mengubah-ubah ciptaan Allah SWT, seperti: operasi mengubah kelamin atau operasi plastik semata-mata demi alasan penampilan atau kecantikan. Rasul SAW bersabda, “Allah melaknat orang-orang yang mengubah-ubah ciptaan Allah.” (HR an-Nasa’i).

Kesebelas: Orang yang melakukan praktik kaum Nabi Luth (kaum homo/gay atau lesbian), sebagaimana sabda Nabi SAW, “Allah melaknat orang yang mempraktikkan perbuatan kaum Nabi Luth (kaum homo/gay, lesbian)—sampai tiga kali.” (HR Ahmad).

Kedua belas: Penyuap dan yang disuap, sebagaimana sabda Nabi SAW, “Allah melaknat penyuap dan yang disuap dalam urusan hukum/pemerintahan.” (HR Ahmad).

Ketiga belas: Orang yang melaknat orang lain yang tidak layak untuk dilaknat. Rasulullah SAW bersabda, “Jika seorang hamba melaknat sesuatu, maka laknat itu akan naik ke langit. Lalu pintu-pintu langit ditutup. Kemudian laknat itu turun ke bumi. Namun, pintu-pintu bumi pun ditutup. Lalu ia terbang ke kanan dan ke kiri. Jika laknat itu tidak menemukan tempat yang menjadi sasarannya, maka ia akan menimpa orang yang dilaknat jika ia pantas mendapatkan laknat itu. Namun, jika orang tersebut tidak pantas mendapatkan laknat itu, maka laknat tersebut akan kembali kepada orang yang melontarkannya. (HR Abu Dawud dan al-Baihaqi).

Keempat belas : Orang-orang kafir dan yang ingkar. “Mereka berkata: hati kami tertutup. Tetapi sebenarnya Allah telah melaknat mereka karena keingkaran mereka; maka sedikit sekali mereka yang beriman.” (Al-Baqarah: 88)

“Sesungguhnya Allah melaknat orang-orang yang kafir, dan menyiapkan bagi mereka api yang menyala-nyala (neraka).” (Al-Ahzab: 64).

Kelima belas : Orang-orang yang menentang kebenaran. “Hai orang-orang yang telah diberi Al-kitab, berimanlah kamu pada apa yang telah Kami turunkan (Al-Qur’an) yang membenarkan Kitab yang ada pada kamu sebelum Kami merubah wajahmu, lalu Kami laknat mereka sebagaimana Kami telah melaknat orang-orang (yang berbuat maksiat) pada hari Sabtu, dan ketetapan Allah pasti berlaku.” (Al-Nisa’: 47)

“Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang diberi bahagian dari Al-Kitab? Mereka mempercayai Jibt dan Thaghut, dan mengatakan kepada orang-orang kafir (musyrik Mekkah), bahwa mereka itu lebih benar jalannya dari orang-orang yang beriman. Mereka itulah orang-orang yang dilaknat oleh Allah. Barangsiapa yang dilaknat oleh Allah, niscaya kamu kamu tidak akan mendapat penolong baginya.” (An-Nisa’: 51-52).

Keenam belas : Para pemimpin dan pembesar yang menyesatkan. “Pada hari ketika wajah mereka dibolak-balikkan di dalam neraka, mereka berkata: sekiranya kami mentaati Allah dan Rasul-Nya. Dan mereka berkata: Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah mentaati pemimpin-pemimpin dan pembesar-pembesar kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan yang benar. Ya Tuhan kami, timpakan kepada mereka azab dua kali lipat dan laknatlah mereka dengan laknat yang besar.” (Al-Ahzab: 66-68)

Ketujuh Belas: Orang-orang yang memutuskan silaturrahim, dan orang-orang yang murtad. “Apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan memutuskan silaturrahim? Mereka itulah orang-orang yang dilaknat oleh Allah dan ditulikan telinga mereka serta dibutakan-Nya penglihatan mereka.” (Muhammad: 22-23)

Kesembilan belas: Orang-orang yang menentang undang-undang Ilahiyah dan menyimpan kebenaran. “Sesungguhnya orang-orang yang menyimpan apa yang Kami turunkan berupa keterangan-keterangan dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Al-Kitab, mereka itu dilaknat oleh Allah dan dilaknat oleh semua makhluk yang dapat melaknat. Kecuali mereka yang telah bertaubat dan melakukan perbaikan dan menerangkan kebenaran, mereka itu Akulah Yang Maha menerima taubat lagi Maha Penyayang.” (Al-Baqarah: 159-160)

Keduapuluh: Para pemimpin kekufuran dan pelaku kerusakan di muka bumi. “Orang-orang yang merusak janji Allah setelah diikrarkan dengan teguh dan memutuskan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan dan mengadakan kerusakan di muka bumi, orang-orang itulah yang mendapat laknat dan lagi mereka yang memperoleh kediaman yang buruk (Jahannam).” (Ar’d: 25).

Keduapuluh satu: Orang-orang munafik yang menyakiti Allah dan Rasulullah SAW. “Sesungguhnya orang-orang yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya, Allah akan melaknatnya di dunia dan di akhirat, dan menyediakan baginya siksa yang menghinakan.” (Al-Ahzab: 57)

“Allah mengancam orang-orang munafik laki dan perempuan dan orang-orang kafir dengan neraka Jahannam. Mereka kekal di dalamnya. Cukuplah neraka itu bagi mereka; dan Allah melaknat mereka. Bagi mereka azab yang abadi.” (At-Taubah: 68).

Keduapuluh dua : Orang-orang yang zalim. “Penghuni-penghuni surga berseru kepada penghuni-penghuni neraka: Sesungguhnya kami dengan sebenarnya telah memperoleh apa yang dijanjikan kami oleh Tuhan kami. Maka apakah kamu telah memperoleh dengan yang sebenarnya apa yang dijanjikan kepadamu oleh Tuhanmu? Mereka penghuni neraka menjawab: Betul. Kemudian seorang penyeru (malaikat) mengumumkan di antara kedua golongan itu: Laknat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang zalim.” (Al-A’raf: 44)

“Mereka itu (orang-orang yang zalim) balasannya: Sesungghnya atas mereka laknat Allah ditimpakan, demikian juga laknat malaikat dan semua manusia.” (Ali-Imran: 87).

Keduapuluh tiga: Orang-orang yang membunuh orang mukmin. “Barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja, maka balasannya adalah Jahannam, kekal di dalamnya, Allah murka dan melaknatnya, dan menyiapkan baginya azab yang besar.” (An-Nisa’: 93).

Keduapuluh empat : Iblis. (Al-Hijr/15: 35; Shaad: 78) “Sesungguhnya atasmu (Iblis) laknat sampai hari kiamat.” (Al-Hijr/15: 35)

Keduapuluh lima: Orang-orang yang menuduh berzina terhadap perempuan yang baik-baik dan suci. “Sesungguhnya orang-orang yang menuduh wanita-wanita baik-baik dan beriman (berbuat zina), mereka dilaknat di dunia dan di akhirat, dan bagi mereka azab yang besar.” (An-Nur: 23)

Keduapuluh enam: Orang-orang yang menyalahi pemimpin yang saleh. “Mereka selalu diikuti laknat di dunia dan hari kiamat. Ingatlah, sesungguhnya kaum ‘Ad itu kafir kepada Tuhan mereka. Ingatlah, kebinasaanlah bagi kaum ‘Ad yaitu kaum Hud.” (Hud: 60).

“Itu adalah sebagian dari berita-berita negeri (yang dibinasakan) yang Kami ceritakan kepadamu (Muhammad); di antara negeri-negeri itu ada yang masih kedapatan bekas-bekasnya dan ada pula yang telah musnah.” (Hud: 100).

Keduapuluh tujuh: Orang yang mengingkari perjanjian Allah (Yahudi-Nashrani). “(Tetapi) karena mereka melanggar janjinya, kami kutuki mereka, dan Kami jadikan hati mereka keras membatu. mereka suka merobah Perkataan (Allah) dari tempat-tempatnya, dan mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diperingatkan dengannya, dan kamu (Muhammad) Senantiasa akan melihat kekhianatan dari mereka kecuali sedikit diantara mereka (yang tidak berkhianat), Maka maafkanlah mereka dan biarkan mereka, Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik”. (QS. Al Maidah 13)

Keduapuluh delapan: Orang yang merubah kalam Allah (mengadakan pemalsuan terhadap kitab Allah). “Yaitu orang-orang Yahudi, mereka mengubah Perkataan dari tempat-tempatnya. mereka berkata : “Kami mendengar”, tetapi Kami tidak mau menurutinya. dan (mereka mengatakan pula) : “Dengarlah” sedang kamu sebenarnya tidak mendengar apa-apa. dan (mereka mengatakan) : “Raa’ina”, dengan memutar-mutar lidahnya dan mencela agama. Sekiranya mereka mengatakan: “Kami mendengar dan menurut, dan dengarlah, dan perhatikanlah kami”, tentulah itu lebih baik bagi mereka dan lebih tepat, akan tetapi Allah mengutuk mereka, karena kekafiran mereka. mereka tidak beriman kecuali iman yang sangat tipis. (QS. An Nisa’ 46)

Keduapuluh sembilan: Orang yang beriman kepada Jibti dan Thaghut (syetan). (51) Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang diberi bahagian dari Al kitab? mereka percaya kepada jibt dan thaghut dan mengatakan kepada orang-orang kafir (musyrik Mekah), bahwa mereka itu lebih benar jalannya dari orang-orang yang beriman. (52) mereka Itulah orang yang dikutuki Allah. Barangsiapa yang dikutuki Allah, niscaya kamu sekali-kali tidak akan memperoleh penolong baginya. (QS. A Nisa’ :51-52)

Ketigapuluh: Orang yang menuduh bahwa Allah itu bakhil (kikir). (64) orang-orang Yahudi berkata: “Tangan Allah terbelenggu”, sebenarnya tangan merekalah yang dibelenggu dan merekalah yang dilaknat disebabkan apa yang telah mereka katakan itu. (tidak demikian), tetapi kedua-dua tangan Allah terbuka; Dia menafkahkan sebagaimana Dia kehendaki. dan Al Quran yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu sungguh-sungguh akan menambah kedurhakaan dan kekafiran bagi kebanyakan di antara mereka. dan Kami telah timbulkan permusuhan dan kebencian di antara mereka sampai hari kiamat. Setiap mereka menyalakan api peperangan Allah memadamkannya dan mereka berbuat kerusakan dimuka bumi dan Allah tidak menyukai orang-orang yang membuat kerusakan. (QS. AL Maidah 64)

Ketigapuluh satu: Orang yang mati kafir. Semua orang yang mati kafir, baik kafir asli maupun kafir pindahan, alias murtad, keluar dari agama islam. Termasuk orang yang melakukan perbuatan pembatal islam, seperti tidak pernah shalat, sekalipun dia mengaku muslim.

Allah berfirman, yang artinya, “Sesungguhnya orang-orang kafir dan mereka mati dalam Keadaan kafir, mereka itu mendapat la’nat Allah, Para Malaikat dan manusia seluruhnya. ( ) mereka kekal di dalam la’nat itu; tidak akan diringankan siksa dari mereka dan tidak (pula) mereka diberi tangguh.” (QS. Al-Baqarah: 161 – 162).

Ketigapuluh dua: Orang yang murtad. Allah tegaskan bahwa orang yang murtad, dia mendapat laknat Allah dan para malaikat-Nya. Allah berfirman, yang artinya, Bagaimana Allah akan memberi petunjuk orang yang kafir sesudah mereka beriman, serta mereka telah mengakui bahwa Rasul itu (Muhammad) benar-benar rasul, dan keterangan-keteranganpun telah datang kepada mereka? Allah tidak menunjuki orang-orang yang zalim. Mereka itu, balasannya adalah laknat Allah ditimpakan kepada mereka, (demikian pula) laknat Para Malaikat dan manusia seluruhnya. (QS. Ali Imran: 86 – 87)

Ketigapuluh tiga: Menghalangi terlaksananya hukuman bagi pelaku kejahatan. Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda, “Siapa yang membunuh dengan sengaja maka dia berhak diqishah (balas bunuh). Dan siapa yang menghalangi antara keluarga korban dengan pelaku untuk melakukan qishas maka dia mendapat laknat Allah, para malaikat, dan semua manusia. Tidak akan diterima darinya amalan wajib maupun amal sunahnya.” (Shahih, riwayat Nasai 4790 dan Ibn Majah 2635).

Beberapa praktek di pengadilan, sebagian orang menghalangi terwujudkan hukuman bagi pelaku tindak kriminal, baik dengan sogok atau karena kedudukan. Contoh konkrit yang banyak kita jumpai, beberapa aparat hukum yang melakukan tindak kriminal, lebih sulit dijerat hukum dari pada rakyat jelata. Mereka dilaknat karena mereka penghianat umat. Allahu a’lam.

Ketigapuluh empat: Tidak menghargai jaminan keamanan yang diberikan oleh seorang muslim. Dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda, “Jaminan kaum muslimin itu satu. Siapa yang mengganggu jaminan keamanan kaum mukminin maka untuknya laknat Allah, para malaikat dan seluruh umat manusia.” (HR. Bukhari 1870).

Orang kafir yang masuk ke negeri muslim, mereka telah mendapatkan izin dari pemerintah muslim. Izin ini tidak lain adalah jaminan keamanan. Karena itu, siapapun tidak boleh mengganggu mereka yang telah mendapatkan izin, tanpa sebab yang dibenarkan.

Ketigapuluh lima: Mengacung senjata kepada sesama muslim. Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapa yang mengacungkan senjata kepada saudaranya sesama muslim maka para malaikat akan melaknatnya sampai dia lepaskan. Meskipun yang menjadi sasaran adalah saudaranya sebapak atau seibu.” (HR. Muslim 2616).

Islam melarang kita menakut-nakuti kaum muslimin yang lain, meskipun hanya dengan mengacungkan senjata untuk main-main. Termasuk mereka yang ngebut ketika naik kendaraan ke arah orang lain – seolah hendak menabraknya – kemudian direm mendadak di depannya.

Ketigapuluh enam: menasabkan diri kepada selain orang tuanya. Dari Ali bin Abi Thalib, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapa yang mengaku keturunan seseorang yang bukan bapaknya, maka dia mendapat laknat Allah, para malaikat, dan seluruh manusia. Tidak diterima amal wajib dan sunahnya pada hari kiamat.” (HR. Muslim 1370).

Karena itu, anak angkat tetap wajib dinasabkan kepada ayah kandungnya. Kasus yang sulit adalah anak hasil zina. Dia terlahir tanpa ayah. Karena itu, dia harus dinasabkan ke ibunya. Jika dia dibinkan ke ayahnya, berarti mengaku keturunan orang yang bukan bapaknya.

Ketigapuluh tujuh:  Istri yang tidak mau melayani suami tanpa udzur. Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila suami mengajak istrinya ke ranjang (hubungan badan) dan dia menolak, kemudian suami marah kepadanya, maka para malaikat akan melaknatnya sampai pagi.” (HR. Bukhari 3237 & Muslim 1436).

Istri boleh menolak ajakan suami jika memiliki udzur, seperti haid atau sakit.

Ketigapuluh delapan: Melindungi pelaku kriminal atau perbuatan bid’ah. Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapa yang melindungi muhdits maka untuknya laknat Allah, para malaikat dan seluruh umat manusia.” (HR. Muslim 1371)

Ibnul Atsir menjelaskan, kata muhdits [arab: الـمحدث] memiliki dua cara baca: muhdits dan muhdats. Jika dibaca muhdits artinya pelaku tindak kriminal. Sehingga makna hadis, “Siapa yang melindungi pelaku tindak kriminal maka untuknya laknat Allah…dst.”

Jika dibaca muhdats artinya perbuatan bid’ah, sehingga makna hadis, “Siapa yang melindungi perbuatan bid’ah maka untuknya laknat Allah…dst.” (An-Nihayah fi Gharib Al-Hadits, 1/907).

Ketigapuluh sembilan:  bertindak dzalim di kota Madinah. Rasulullah pernah berdoa, “Ya Allah, siapapun yang mendzalimi penduduk Madinah atau menakuti mereka, maka jadikan dia takut. Untuknya laknat Allah, para malaikat, dan seluruh manusia.” (HR. Thabrani dalam Mu’jam Al-Kabir 6498 dan dinilai shahih dalam shahih Targhib no. 1214).

Keempatpuluh : Wanita yang mencabut alis, membuat tatto. Dari Alqomah dari Abdullah bin Mas’ud, beliau mengatakan, “Allah melaknat wanita yang menjadi tukang tato dan wanita yang minta ditato, wanita yang mencabuti bulu alis dan wanita yang minta agar bulu alisnya dicabuti, demikian pula wanita yang merenggangkan giginya demi kecantikan. Merekalah wanita-wanita yang mengubah ciptaan Allah” (HR Bukhari no 4604 dan Muslim no 5695). Hal ini berlaku juga untuk laki-laki.

Keempatpuluh satu : Rasulullah saw bersabda: “Ada lima orang yang dimohonkan laknat atas mereka dan semua nabi mengaminkannya: (1) Orang yang menambah kitab Allah dan meninggalkan sunnahku, (2) orang yang mendustakan takdir Allah, (3) orang yang mengatakan halal atas nama keluargaku apa yang diharamkan oleh Allah, (4) orang yang mementingkan dirinya dalam harta rampasan perang yang dihalalkan baginya, (5) orang yang mengajak berbuat baik sementara dirinya meninggalkannya atau melarang orang lain berbuat dosa sementara dirinya melakukannya.” (Al-Wasail 11: 271).

Keempatpuluh dua : Allah SWT pun melaknat pelaku kesyirikan, mereka yang mengklaim dirinya bersih/suci, mereka yang mendustakan (ayat-ayat) Allah serta mereka yang mengimani dan tunduk kepada thaghut (segala sesuatu selain Allah SWT) (Lihat: QS an-Nisa’ [4]: 47-52).

Inilah beberapa hal yang menyebabkan Laknat Allah, Rasulullah, Malaikat dan semua manusia. Semoga kita terjauhkan dari segala laknat tersebut.

Sponsored Ad

Topik Populer:

Tags: